Minggu, 24 April 2011

WALIULLAH

WALIULLAH

"Ketahuilah bahwa wali-wali Allah SWT itu, tidak ada kekhawatiran kepada mereka dan tidak ( pula ) mereka bersedih hati, (yaitu) mereka orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa" (Q.S. Yunus: 62-63)

Penjelasan:

Wali adalah sifat seorang yang dekat dan taat kepda Allah SWT. Dia bukan julukan sembarangan dan tidak ditentukan oleh pakaian tertentu. Seluruh hati, jiwa dan raganya hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Arti ibadah adalah melaksanakan segala sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah SWT. Untuk mencapai derajat wali, seseorang harus memahami dan mengamalkan Al Qur`an dan As Sunnah. Konsepnya diberikan Allah SWT dalam hadits Qudsi berikut ini, "Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku nyatakan perang kepadanya. Amalan hamba yang paling Aku cintai apabila ia mengerjakan kewajiban yang Aku perintahkan kepadanya. Kemudian hambaKu itu memperbanyak ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku mencintainya, maka Aku ( menjaga ) pendengarannya saat ia mendengarkan, pandangannnya saat ia memandang, tangannya yang ia gunakan dan kakinya saat ia berjalan. Jika dia memintaKu pasti Aku berikan, jika ia berlindung kepadaKu pasti Aku lindungi dia. Tidak ada keraguan yang Aku kerjakan seperti saat menarik nyawa hambaKu yang mukmin: ia tidak menyukai kematian dan Aku tidak suka menyakitinya." (H.R. Bukhari )

Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa :"Wali-wali Allah SWT itu adalah orang-orang yang bertaqwa; mereka mengerjakan yang diperintahkan, meninggalkan yang dilaranng dan sabar terhadap musibah yang menimpa mereka. Allah SWT mencintai mereka dan mereka mencintai Allah SWT. Allah SWT rela terhadap mereka dan mereka pun rela kepada Allah SWT. Musuh-musuh mereka adalah pembela-pembela syaitan, sehingga harus dibenci, dimurkai dan dimusuhi" ( Al-Furqon Baina Auliyarrahman wassyaiton, hal 126 ).

Karena itu, wali itu bukan dari kalangan tertentu dan berpenampilan tertentu. Apalagi kalau sampai mengaku wali segala. Itu jauh api dari panggang. Karena seorang waliullah itu akan selalu menyembunyikan kedekatannya kepada Allah SWT dan kalaupun mendapat karomah dan maunah dari Allah SWT tidak untuk diceritakan dan diumumkan kepada khalayak. Lebih lanjut Ibnu Taimiyah menyatakan; "Wali-wali Allah SWT adalah orang-orang beriman yang bertaqwa. Bisa jadi dari mereka itu ada orang yang miskin atau sufi ( yang benar ) atau ahli fiqih atau ulama atau pedagang atau tentara atau pekerja atau pejabat atau pemimpin dll." ( Majmu Fatwa juz 11, hal 22 ).

Oleh karena itu jangan mudah kita dibodohi oleh oknum-oknum yang mengaku wali kemudian menipu dan membohongi khalayak ramai untuk memperoleh keuntungan duniawi. Sesungguhnya wali Allah SWT itu orang sangat bergantung dengan Allah SWT sehingga jauh dari pengaruh duniawi. Wallahu a`lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar