Jumat, 22 April 2011

RENUNGAN

Renungan

Wahai sahabat?.Tanpa disadari waktu terus berjalan dengan cepat, yang tidak bisa kita kembali lagi untuk mengulangnya.? Apakah semua amalan kita sudah cukup untuk bekal kita nanti? berhati-hatilah terhadap kegelinciran yang tidak kita sadari. Bawalah bekal dari dunia sebelum mati. Marilah kita koreksi kembali diri kita masing-masing (instropeksi), dan takutlah kepada Allah ketika khalwat (sendiri). Berfikirlah, renungkanlah, berlombalah dan perbanyaklah amal-amal dalam usia yang pendek ini:o:p>

  • Sebelum ada panggilan perpisahan
  • Sebelum mati datang tiba-tiba
  • Sebelum terhalang antara diri dan antara kesukaan dalam hidup ini
  • Sebelum berangan-angan untuk kembali ke dunia, dimana hal itu tidak mungkin terjadi

Wahai Sahabat?Persiapkanlah bekal untuk perjalanan kita yang hampir sampai waktunya. Perjalanan yang tidak mungkin kembali. Bersungguh-sungguhlah dan bersiap-siaplah untuk perjalanan tersebut. Perbanyaklah amal-amal shalih, sebab tak lama lagi dunia ini akan berpisah dengan kita dan akhirat segera menjelang. Bekal untuk perpisahan ke rumah abadi harus disediakan. Bangkit dan tanamkan ketaqwaan dalam perkataan dan perbuatan. Jangan terlalu berbangga dengan kehidupan dunia. Jangan memperbanyak hal-hal yang membawa dosa. Hati-hatilah dan jangan tertipu oleh angan-angan yang menyesatkan.

Dibelakang kita adalah kuburan-kuburan yang mengerikan, mencekam dan penuh ancaman yang menyulitkan. Nafas terasa sempit dan akan melihat hal-hal yang belum pernah kita perkirakan sebelumnya. Kesulitan besar akan dialami ditempat tersebut. Disanalah hati terasa copot, dan jiwa akan teringat waktu-waktu yang ditinggalkan tanpa amal. Serta berangan-angan sekiranya bisa menambah kebaikan, pasti akan ringanlah hukuman yang ditimpakan. Namun itu tidak mungkin. Allah berfirman (QS Yunus : 30) : ? Ditempat itu (padang mahsyar) tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah diperbuatnya dulu, mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.?

Wahai Sahabat, Kecemasan dan penyesalan terhadap dunia yang berakhir dengan kemusnahan dan kerusakan; kecemasan dan penyesalan terhadap umur panjang namun membosankan, semua itu tidak ada artinya.Waktu terbuang percuma diatas permadani permainan dan kealpaan, siang malam dihabiskan untuk kenikmatan dan kesenangan fana serta syahwat, atau membaca bacaan yang merangsang bahkan mendorong pada perbuatan dosa dan kesalahan besar.

Dengan penyesalan yang tak terhingga itu, kita pergi dan tak akan kembali. Penyesalan atas dosa yang pasti dihisab (dihitung), baik yang besar maupun yang kecil, penyesalan atas kalbu yang alpa dalam kegelapan, penyesalan atas lidah yang tak henti-hentinya berdusta, bergunjing, memfitnah, dan lain sebagainya; penyesalan atas lidah yang tak pernah berdzikir kepada Allah Pencipta langit, semua itu tinggal penyesalan dan penyesalan. Alangkah ruginya orang yang menghabiskan umurnya dalam kemungkaran dan dosa besar, orang yang dagangannya maksiat dan dosa-dosa.

Wahai Sahabat?Janganlah berbicara tentang dunia seolah seperti layaknya orang zahidin (orang yang tidak tamak kepada dunia), namun perbuatan kita di dunia tak ubahnya seperti orang-orang yang memuja dunia. Kita menyukai orang shalih tapi tidak beramal seperti mereka. Kita benci kepada orang yang berbuat kemungkaran, sementara kita sendiri justru seperti mereka.Kita takut mati karena merasa banyak dosanya, hingga sama sekali tidak ingin mati. Kita tidak yakin pada rezeki yang diberikan dan tidak melakukan apa yang diwajibkan. Kita tenang-tenang saja mengerjakan dosa saat memperoleh kenikmatan, bahkan meminta tambahan kenikmatan lagi tanpa bersyukur.

Ya Allah anugrahkanlah kepada kami perbaikan atas kekurangan-kekurangan yang ada pada kami. Jadikanlah takwa sebagai bekal kami. Dalam agama-Mu kami berjihad. Kepada-Mu-lah kami bertawakal dan bersandar, dengan rahmat-Mu Allah Yang Maha Pengasih.

Wahai para hamba Allah, Bagaimanakah bila ruh telah sampai ditenggorokan, dan betis-betis saling bertindih, suami istri saling berpisah dengan anak-anak dan teman-temannya? Bagaimanakah bila sudah diusung diatas pundak-pundak, dan kemudian dibaringkan dengan berbantal tanah dalam kegelapan kubur, serta sempitnya lahat? Bagaimanakah bila datang kepada anda malaikat Munkar dan Nakir yang mendudukkan anda lalu bertanya? Bagaimanakah bila anda keluar dari kubur pada hari kebangkitan nanti? Bagaimanakah bila rapor anda berterbangan, sedang shirat(titian) telah dipasang, timbangan telah disiapkan. Allah, Allah?Ingatlah wahai hamba Allah, inilah tempat kembali. Inilah akhirnya.

Wahai Sahabat, Pintu taubat masih terbuka dan Allah masih membebaskan hamba-Nya yang mukmin. Kembalilah dan datanglah kepada-Nya dengan tunduk. Luangkanlah waktu untuk menghadapkan wajah kepada-Nya sebagai ganti atas sibuknya urusan dunia yang fana ini. Semoga Allah memperbaiki keadaan kita, dan mengampuni dosa-dosa kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar